Kini aku terpuruk. Aku merasa jatuh pada lubang yang teramat dalam.
Lubang yang mengubur semua mimpi-mimpiku. Lubang yang selama ini menjadi
rintangan bagiku. Asaku kian menipis. Bahkan aku tak lagi punya mimpi.
Tak lagi miliki cita. Aku hampa dan bahkan aku kosong. Semua telah
lenyap dan musnah. Kini hanya ilusi yang ku cipta.
Aku mulai jatuh di titik nol. Mulai terpuruk dan
bahkan enggan tuk melihat dunia. Aku merasa malu dan aku sangat takut
melangkah ke depan. Aku yang dulu super optimis kini telah jadi super
pesimis. Bangkit ku coba bangkit. Tapi semua hanya gambar ilusi.
Ketakutan dan kekhawatiran mengiringi setiap langkah kaki ku.
Gemerisik air hujan menghentikan lamunan ku. Seketika
aku terbangun dari tidur panjangku. Dunia telah mengubahku. Namun aku
tetap takut menatapnya. Aku malu tuk bertemu semua orang. Bangkit dari
titik nol merupakan hal mustahil bagiku. Berat teramat berat aku
melangkah. Kini aku hanya serpihan tak berguna dan bahkan tak berarti.
Hari demi hari aku melangkah dengan kepala tertunduk.
Aku melangkah dengan penuh malu dan kekhawatiran. Aku mulai pendiam.
Aku mulai menyendiri. Seandainya saja semua berada. Aku pasti kan lari
pergi menjauh. Semua terasa berat ku jalani. Di saat yang lain tertawa
saya hanya menitikkan air mata.
Aku harus bangkit. Bagai bayi yang baru terlahir.
Tanpa dosa tanpa nista. Dengan kesucian yang melengkapi hidupku. Namun.
Mungkinkah mereka kan dapat menerimaku? Mungkinkah mereka kan dapat
kembali seperti dahulu kala ? aku takut terjatuh lagi. Aku takut segala
yang telah ku dapat seketika hilang di telan angin.
Detik demi detik ku rajut, namun tetap hanya air mata
yang menjelajahi jiwa ini. Aku mulai ingin pergi. Pergi dengan sebuah
kenangan. Pergi dengan seluruh pangalaman. Aku tak berani kembali.
Apalagi menengok kebelakang. Semua bagai alusinasi. Masa lalu mulai
perlahan ku lupakan. Masa depan mulai perlahan ku rajut.
Tak seorang pun membantuku tuk bangkit. Bahkan mereka
menjauh dariku. Aku bagai tercipta sendiri. Tak punya teman seorang
pun. Tak ada lagi semangat dalam kebangkitanku. Semua hanya asa yang tak
terwujud. Aku melangkah sendiri. Aku pergi bersama hal kelam dan kejam.
Mungkin aku akan pupus di telan malam.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar